Berita Tentang PPSKI

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Wisnu Wardhana mengatakan, pemerintah RI akan memberlakukan kebijakan tarif rate quota (TRQ) untuk produk hewani dan hortikultura.

Langkah itu diambil setelah Indonesia kalah dalam sidang dispute settlement body (DSB) WTO pada November 2017, yang meminta penyesuaian Peraturan Menteri Pertanian dan Peraturan Menteri Perdagangan. Pemerintah juga telah melakukannya, namun tetap menerapkan strategi untuk mengontrol agar impor produk hortikultura dan hewani tidak melonjak tajam sehingga merugikan peternak dan petani.

Selengkapnya...

Mengenai daging sapi impor murah sebanyak 50 ribu ton dari Brasil, Pemerintah beralasan, alternatif impor ini untuk menciptakan persaingan sehingga harga daging sapi bisa ditekan karena daging Brasil lebih kompetitif. Pasar daging sapi di Indonesia yang mencapai 250 ribu ton per tahun memang menggiurkan karena belum bisa dipenuhi dari domestik.

Selama ini Indonesia lebih banyak impor dari Australia dan Selandia Baru karena secara lokasi memang lebih dekat dan bebas PMK. Sedangkan, Brasil bila impor benar-benar terealisasi maka jaraknya lebih jauh.

Selengkapnya...

Brasil kini menjadi negara pemasok daging bagi Indonesia, menyusul Australia, Selandia Baru, India, serta wacana untuk impor dari Argentina. Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Rochadi Tawaf, menilai secara harga dari informasi yang diterima, harga daging sapi Brasil cukup kompetitif. Meski belum bisa menyebut berapa kisaran harga yang diklaim kompetitif tersebut.

Dengan makin kompetitifnya harga antara negara pengimpor, PPSKI mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap peternak sapi Indonesia. Disatu sisi kebijakan impor daging memang menguntungkan konsumen namun memberatkan peternak lokal. Apalagi berdasarkan aturan yang sekarang, impor daging ini tidak dibatasi.

Selengkapnya...