Pemerintah Akan Menambah Lagi Kuota Impor Daging Pada Tahun 2020 Ini

Penyebabnya adalah defisit kebutuhan kedua komoditas tersebut. Tahun 2019, impor daging sapi dan kerbau dialokasikan sebesar 291.980 ton sedangkan tahun 2020  kuota impor dinaikkan menjadi 300.000 ton.

Menurut  Syamsul Ma'arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, kondisi tersebut salah satunya disebabkan belum mampunya pengusaha lokal maupun peternak rakyat untuk mengikuti kebutuhan industri hotel, restoran, dan katering (horeka). Oleh sebab itu, pemerintah harus menambah impor yang  sebagian besar diperuntukkan bagi industri. 

Saat ini, baru beberapa industri horeka yang membuka pintu bagi daging sapi lokal, namun jumlahnya belum banyak. Kendati demikian pemerintah terus melakukan pembinaan peternak lewat program-program yang ada, termasuk sosialisasi kepada para pengelola Rumah Potong Hewan dan distributor.

Sedangkan Ketua Umum PPSKI Teguh Boediyana menilai, sejak awal pemerintahan jilid pertama Presiden Joko Widodo, PPSKI sudah memperkirakan bahwa berbagai program yang ditempuh pemerintah tidak akan memberikan dampak signifikan pada target swasembada daging pada 2026 mendatang.

Konsumsi daging sapi akan terus bertumbuh seiring penambahan jumlah populasi penduduk, meningkatnya daya beli, serta kenaikan pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan produksi daging sapi lokal dari tahun ke tahun konsisten hanya sekitar 4 persen sejak era Orde Baru. 

Kondisi tersebut terlihat jelas dari prognosis dari produksi daging sapi tahun 2020 sebesar 422.533 ton atau hanya naik 4,4 persen dari target produksi 2019 sebesar 404.590 ton. Padahal pemerintah telah mencanangkan program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Indukan).

Disisi yang lain, PPSKI melihat adanya penurunan minat masyarakat Indonesia untuk menjadi peternak. Saat ini, mayoritas peternak yang tersisa merupakan generasi tua dengan kepemilikan sapi rata-rata 2-3 ekor per peternak. Penyebabnya adalah,  usaha ternak sapi tidak lagi menguntungkan oleh sebagian generasi muda karena ketika bersaing dengan daging impor dari India. 

Niat pemerintah untuk menuju swasembada daging sapi sudah tepat, tetapi caranya belum sesuai dengan kondisi riil. Karena itu, PPSKI mendesak pemerintah untuk segera mendesain ulang rencana program swasembada daging sapi yang lebih realistis dan terarah.

Sumber: Republika.co.id, Selasa (24/12/2019).