Bisnis Sapi Kurban Tahun 2020 Ini Kurang Moncer

Penjualan sapi kurban pada perayaan Idul Adha tahun 2020 ini ternyata tak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Para pelaku industri peternakan sapi mengakui memang adanya penurunan daya beli pada momen menjelang Idul Adha tahun ini. Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf, kondisi penjualan sapi menjelang Idul Adha tahun ini permintaannya tinggi tetapi daya belinya melemah.

 

Lebih jelasnya permintaan naik sekitar 15% untuk sapi yang beratnya di bawah 350 kg dengan harga di kisaran Rp 20 juta. Sementara untuk berat diatas 400 kg agak seret penjualannya. Oleh karenanya, pedagang lebih memilih berjualan sapi kecil dibandingkan sapi dengan ukuran yang besar.

Selain itu ada kendala yang harus dihadapi konsumen yakni ada sejumlah masjid yang tidak menerima titipan kurban sehingga hewan kurban harus dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini memang sejalan dengan anjuran pemerintah untuk melakukan pemotongan hewan di RPH, walapun pada prakteknya volume pemotongan hewan di RPH sangat terbatas.

Permasalahan lain adalah lebaran Idul Adha tahun ini jatuh di hari Jumat sehingga waktu pemotongannya lebih pendek, kemudian juga efek pandemi Corona harus juga diperhitungkan

Kurangnya daya beli sapi menjelang Idul Adha juga dirasakan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang salah satu usahanya adalah peternakan sapi. Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) Yustinus Sadmoko menjelaskan perusahaan tidak fokus menjual sapi khusus Idul Adha untuk dibawa pulang dan dipotong di luar fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang telah disediakan.

Bahkan perusahaan ini juga telah melakukan sosialisasi ke masyarakat jika memotong di RPH itu lebih higienis dan tidak repot.

Sumber: kontan.co.id