Ketua Umum PPSKI Ajak Milenial Berbisnis Sapi

 

Beternak sapi itu dinilai kotor dan bau, sehingga tak diminati kalangan muda usia. Fenomena ini memprihatinkan bagi Nanang Purus Subendro.

Nanang kemudian menerapkan jurus-jurus jitu untuk dapat mendorong milenial mau menggeluti usaha persapian. Jurus-jurus dimaksud antara lain dengan memberikan training atau kesempatan magang di farmnya bagi individu yang berminat. 

Dilakukan pula kerja sama dengan lima perguruan tinggi untuk mensosialisasikan serta mengajak mahasiswa terutama dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan untuk praktek langsung cara beternak sapi.

Sebagai pemilik usaha penggemukan sapi di kawasan Lampung Tengah, kecintaan Nanang terhadap ternak sapi tak perlu diragukan. "Ibaratnya tidur dikandang sapi sudah saya lakoni sampai akhirnya cita-cita untuk memiliki usaha Fredloter sendiri bisa terwujud ," kata dokter hewan alumni FKH UGM itu.

Rasa cinta terhadap hewan ternak dipandangnya penting sebagai modal awal untuk menggeluti usaha budidaya atau penggemukan sapi.

"Masalahnya, hal inilah yang tak dimiliki generasi milenial hingga tak banyak dari mereka yang mau terjun ke usaha budidaya atau penggemukan sapi." jelas pria yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) periode 2020-2024 itu .

Nanang menekankan, usaha peternakan sapi sangat prospektif.Kebutuhan akan daging sapi terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk serta kian berkembangnya usaha kuliner berbahan baku daging sapi di tanah air.

Bahkan di masa pandemi Covid-19 permintaan masyarakat terhadap daging sapi justru meningkat. "Ini peluang besar bagi para pemuda pemudi untuk memulai membuka usaha pribadi menyangkut produksi sapi," tuturnya.

Saat ini konsumsi daging sapi masyarakat Indonesia baru sekitar 2,6 kg/kapita/ tahun , masih sepertiga dari konsumsi masyarakat negara Malaysia. "Artinya peluang peningkatan konsumsi masih besar. Dan ini pasokannya hrs diisi oleh pengusaha dari negeri sendiri," tutur pria 56 tahun itu.

Karenanya begitu terpilih sebagai pucuk pimpinan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) pihaknya beserta segenap pengurus organisasi langsung menyiapkan sejumlah program kerja antara lain untuk bisa mencetak sebanyak mungkin pengusaha muda yang bergerak di bidang peternakan sapi dan kerbau.

PPSKI juga berencana menggandeng peneliti, peternak, birokrat dan akademisi untuk secara bersama merancang terobosan-terobosan guna mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan peternak. "Ini PR besar yang memerlukan perhatian besar pula," tutur Nanang.

Sumber: tabloidsinartani.com