TRANSLATE

Kebijakan Impor Daging Brasil, Bagaimana Dengan Keberpihakan Pemerintah Kepada Peternak Sapi Indonesia?

Brasil kini menjadi negara pemasok daging bagi Indonesia, menyusul Australia, Selandia Baru, India, serta wacana untuk impor dari Argentina. Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Rochadi Tawaf, menilai secara harga dari informasi yang diterima, harga daging sapi Brasil cukup kompetitif. Meski belum bisa menyebut berapa kisaran harga yang diklaim kompetitif tersebut.

Dengan makin kompetitifnya harga antara negara pengimpor, PPSKI mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap peternak sapi Indonesia. Disatu sisi kebijakan impor daging memang menguntungkan konsumen namun memberatkan peternak lokal. Apalagi berdasarkan aturan yang sekarang, impor daging ini tidak dibatasi.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan), kebutuhan konsumsi Indonesia terhadap daging mencapai 686.270 ton atau 66 persen lebih dari kebutuhan nasional, yang mana sisanya diisi oleh pasokan impor. Sedangkan, berdasarkan acuan tersebut, produksi daging sapi lokal pada 2019 diproyeksi hanya sebesar 429.412 ton, sehingga defisit kebutuhan daging mencapai 256.860 ton.

Produksi daging dari peternak sapi Indonesia memang belum memenuhi kebutuhan konsumsi secara nasional. Namun, hal itu disebabkan oleh aturan yang diberlakukan pemerintah terhadap peternak lokal, yang tidak memberikan rangsangan yang berorientasi pada pertumbuhan produksi sapi dan kerbau lokal.

Salah satunya adalah Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan terdapat poin yang menyebutkan aturan, para peternak lokal dilarang menggunakan hormon sintetik maupun hormon natural. Sedangkan daging impor yang masuk itu semua menggunakan hormon. Padahal, larangan peraturan hormon tersebut bisa diubah dengan adanya perkembangan teknologi.

Budidaya ternak dengan menggunakan hormon akan menambah produktivitas produksi 1,5-2 kilogram (kg) bobot hewan ternak per hari. Sedangkan, tanpa menggunakan hormon, hewan ternak hanya mampu bertambah bobotnya sekitar 0,7 kg. Hal tersebut dinilai diskriminatif dan tidak menguntungkan peternak sapi Indonesia.

Pemerintah juga belum secara eksklusif menggenjot peningkatan produksi ternak sapi maupun kerbau di Indonesia. Hal itu terlihat dengan kebijakan impor yang acuannya hanya berdasarkan rasio harga, bukan ke pendekatan produksi. Seharusnya pemerintah terlebih dahulu mengukur tingkat kebutuhan daging lokal dengan produksi. Jika produksinya berkurang, berarti harus ada kinerja untuk meningkatkannya, bukan pendekatan masalah harga!

Sumber:republika.co.id

Peternak Sapi Sambut Baik Rencana Pemerintah Ganti Rugi Ternak yang Mati

Peternak Sapi Sambut Baik Rencana Pemerintah Ganti Rugi Ternak yang Mati

Peternak sapi dan kerbau menyambut baik rencana pemerintah untuk memberikan ganti rugi pada ternak…
Pemerintah Klaim Wabah PMK Bisa Ditangani

Pemerintah Klaim 'Wabah PMK Bisa Ditangani'

BBC News Indonesia telah menghubungi Kementerian Pertanian. Namun, Biro Humas Kementerian…
Rachmat Gobel Minta Pemerintah Segera Tanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku

Rachmat Gobel Minta Pemerintah Segera Tanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel meminta…
DPP PPSKI desak pemerintah tetapkan KLB Penyakit Mulut dan Kuku

DPP PPSKI desak pemerintah tetapkan KLB Penyakit Mulut dan Kuku

Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mendesak pemerintah…
Tiba Tiba Impor Daging India Diminta Disetop ke RI Ada Apa

Tiba-Tiba Impor Daging India Diminta Disetop ke RI, Ada Apa?

Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) menjangkiti ternak semakin meresahkan banyak peternak di…
Prahara Peternakan Sapi

Prahara Peternakan Sapi

Program swasembada daging sapi sudah berjalan lebih dari dua dasawarsa, yaitu dimulai pada 1995.…
Wabah PMK Picu Panic Selling Harga Sapi Anjlok hingga Rp5 Juta per Ekor

Wabah PMK Picu Panic Selling, Harga Sapi Anjlok hingga Rp5 Juta/Ekor

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah memicu panic selling dalam perdagangan hewan ternak di…
PMK Telah Menyebar Sebuah Malapetaka Luar Biasa Bagi Peternak Sapi Indonesia

PMK Telah Menyebar, Sebuah Malapetaka Luar Biasa Bagi Peternak Sapi Indonesia

Anggota DPR RI Ahmad Muzani mempertanyakan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi terjadi…

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis Trading Ternak Sapi

Peternakan sapi bisa dibilang sebagai salah satu bisnis trading yang sangat menguntungkan saat ini.…

Apakah Usaha Pembibitan Sapi Masih Menguntungkan ?

Berdasarkah analisa yang dilakukan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia…

PPSKI Mendesak Pemerintah Membuat Aturan Rasio Impor Bahan Baku Susu Sapi

Seperti diketahui bersama, Kementan melakukan perubahan terhadap Permentan Nomor 26 Tahun 2017…

Ayo Membangun Industri Peternakan Berbasis Kerakyatan!

Di era perdagangan bebas saat ini, pembangunan peternakan seharusnya sudah siap bertarung dengan…

Tentang Penyakit Mulut Dan Kuku PMK Penyebab Gejala dan Cara Melindungi Hewan Ternak

Tentang Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) Penyebab, Gejala dan Cara Melindungi Hewan Ternak. Baca Selengkapnya...

Kontak

KLIK disini