Berita Tentang PPSKI

Pemerintah berencana untuk mengimpor ternak sapi/kerbau dan daging sapi/kerbau dari negara yang statusnya belum bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

------------------------------------------

Tanggapan PPSKI melalui SekJen Rochadi Tawaf

PPSKI sangat berkeberatan. Bukan saja karena sangat beresiko menularkan penyakit pada ternak sapi, tetapi secara jangka panjang akan berdampak pada hewan ternak lainnya seperti domba, kambing, dan kerbau.

Lebih jauh lagi, implikasi lanjutannya adalah peluang Indonesia untuk melakukan ekspor produk pertanian ke negara maju tentu saja akan terhambat. Untuk itu PPSKI berharap pemerintah melakukan pertimbangan ulang untuk melibatkan negara yang belum bebas dari PMK dalam impor ternak sapi/kerbau dan daging sapi/kerbau.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam waktu dekat akan mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IX. Salah satu dari kebijakan yang akan dibuat  adalah membuka peluang impor dari zona atau wilayah suatu negara yang statusnya belum bebas PMK. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana meminta agar pemerintah berhati-hati mengeluarkan kebijakan ekonomi yang bisa berdampak buruk terhadap usaha rakyat kecil.

Selengkapnya...

Saat ini, harga sapi sudah mencapai level cukup tinggi mencapai Rp 45 ribu/kg. Tidak mengherankan jika harga daging sapi menjadi Rp 90 ribu. Apakah peternak sapi mendapatkan keuntungan yang signifikan ? Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan, peternak sapi tradisional (peternakan rakyat) memelihara sapi tanpa hitungan ekonomi mendetail. Mereka hanya memelihara, memberi makan, dan menjualnya.

Selengkapnya...