Berita Tentang PPSKI

Daging sapi beku eks impor yang dijual dengan harga murah diyakini mampu menurunkan harga daging secara nasional. Namun demikian, masyarakat masih memilih membeli daging sapi segar meski harganya lebih tinggi.

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang, mengakui bahwasanya daging sapi beku belum populer dimasyarakat, padahal kualitasnya sama. Bahkan daging sapi beku impor memiliki kelebihan dari sisi higienis, ketimbang daging segar yang dijual di pasar tradisional.

Sarman pernah meninjau secara langsung proses pemotongan daging sapi di Australia yang secara kualitas maupun kuantitas lebih unggul dibandingkan proses yang dilakukan di Indonesia. Menurut Sarman, ketidakpopuleran daging sapi beku di Indonesia disebabkan oleh faktor budaya saja. Oleh sebab itu ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu membeli dan mengonsumsi daging beku yang dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan daging sapi segar.

Selengkapnya...

Tanggapan PPSKI Melalui SekJen Rochadi Tawaf

Dengan harapan dapat memangkas harga daging sapi selama puasa dan Lebaran, Pemerintah melalui Bulog telah mengimpor daging beku dan menjualnya di pasar dengan harga berkisar Rp70.000 hingga Rp90.000. Secara teori, masuknya daging beku impor akan membuat harga daging turun. Pada kenyataannya memang terjadi, namun angkanya tidak terlalu signifikan. Dari harga daging sapi hari ini Rp120.000 per kilogram (kg), kemungkinan harga akan turun menjadi Rp115.000 hingga Rp 110.000 saja.

Selengkapnya...

Untuk menurunkan harga daging sapi, pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan antara lain dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 37 Tahun 2016 Tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan. Dalam peraturan itu disebutkan bahwa salah satu komoditi yang bisa diimpor adalah sapi dalam keadaan hidup dan siap dipotong untuk dagingnya dijual ke pasar.

Kebijakan lain adalah mengimpor daging beku untuk  dijual di pasar tradisional. Kebijakan tersebut sontak menuai pro dan kontra dari perusahaan penggemukan sapi (feedloter) dan para peternak sapi. Walaupun mereka sepakat bahwa harga daging sapi mudah bergejolak karena ada ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan pasokan yang tersedia.

Selengkapnya...