Berita Tentang PPSKI

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan, sapi impor adalah komoditi bisnis yang menggiurkan.  Wajar jika bisnis ini menyedot perhatian banyak pebisnis. Para pemain baru pun bermunculan, akhirnya tercipta persaingan yang sangat ketat. Maka tak mengherankan jika ada oknum-oknum yang menghalalkan segala cara untuk mengejar keuntungan.

Salah satu contohnya adalah kasus suap uji materi UU 41/2014. Tujuan PPSKI mengajukan uji materi adalah untuk melindungi peternak lokal (baca : "Quo Vadis UU Peternakan"), namun upaya tersebut ternyata dimanfaatkan oleh oknum pejabat dan importir yang ingin bisnisnya langgeng.

Selengkapnya...

Untuk menekan harga daging sapi yang berada pada level stabil tinggi, pada tahun 2016 yang lalu Pemerintah menargetkan impor daging kerbau asal India sebanyak 70 ribu ton. Per hari ini masih tersisa 21 ribu ton yang belum diimpor.

Walaupun Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) meminta MK melakukan judicial review (JR) terhadap impor daging kerbau asal India tersebut, berdasarkan informasi yang beredar impor tetap diperbolehkan.

Selengkapnya...

Peralihan sistem impor sapi dari basis negara (country based) menjadi basis zona (zone based) terus menjadi perdebatan. Dengan country based, daging yang bisa diimpor hanya berasal dari negara yang statusnya sudah bebas dari PMK. Sedangkan dengan sistem zone based, impor daging bisa berasal dari negara mana saja termasuk yang statusnya belum bebas PMK. Itu sebabnya zone based penuh resiko.

Selengkapnya...