Berita Tentang PPSKI

Mengenai daging sapi impor murah sebanyak 50 ribu ton dari Brasil, Pemerintah beralasan, alternatif impor ini untuk menciptakan persaingan sehingga harga daging sapi bisa ditekan karena daging Brasil lebih kompetitif. Pasar daging sapi di Indonesia yang mencapai 250 ribu ton per tahun memang menggiurkan karena belum bisa dipenuhi dari domestik.

Selama ini Indonesia lebih banyak impor dari Australia dan Selandia Baru karena secara lokasi memang lebih dekat dan bebas PMK. Sedangkan, Brasil bila impor benar-benar terealisasi maka jaraknya lebih jauh.

Selengkapnya...

Brasil kini menjadi negara pemasok daging bagi Indonesia, menyusul Australia, Selandia Baru, India, serta wacana untuk impor dari Argentina. Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Rochadi Tawaf, menilai secara harga dari informasi yang diterima, harga daging sapi Brasil cukup kompetitif. Meski belum bisa menyebut berapa kisaran harga yang diklaim kompetitif tersebut.

Dengan makin kompetitifnya harga antara negara pengimpor, PPSKI mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap peternak sapi Indonesia. Disatu sisi kebijakan impor daging memang menguntungkan konsumen namun memberatkan peternak lokal. Apalagi berdasarkan aturan yang sekarang, impor daging ini tidak dibatasi.

Selengkapnya...

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan izin impor daging sapi sebanyak 50.000 ton dari Brasil, hingga akhir tahun 2019. Izin tersebut diberikan kepada tiga perusahaan pelat merah yaitu: Perum Bulog sebesar 30 ribu ton, PT Berdikari sebesar 10 ribu ton, dan PT Perusahaan Perdagangan (PPI) sebesar 10 ribu ton.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan saat ini sudah ada goncangan terhadap harga daging sapi lokal karena masuknya daging kerbau India yang harganya Rp 70.000 per kilogram (kg). Apalagi ditambah lagi dengan impor daging sapi dari Brasil

Selengkapnya...