Berita Tentang PPSKI

Keputusan pemerintah untuk impor daging kerbau dari india tidak berhasil menekan harga daging di pasaran. Alih-alih menekan harga daging sapi, harga daging kerbau justru makin mahal dalam beberapa bulan terakhir.

Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf mengatakan kebijakan impor daging kerbau terbukti tidak efektif menekan harga di pasar, terutama saat Ramadan dan Lebaran.

Selengkapnya...

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) memperingatkan soal potensi jebakan pangan atau food trap akibat kebijakan impor daging kerbau India. Peningkatan permintaan daging beku asal India dinilai dapat menyebabkan harga daging asal negara Asia Selatan tersebut meningkat ke depannya.

"Keran impor daging beku India dibuka karena harapannya harga lebih murah, tetapi kecenderungan [harganya] makin mahal," kata Sekretaris Jenderal PPSKI Rochadi Tawaf saat dihubungi Bisnis, Rabu (12/6/2019).

Selengkapnya...

Kebijakan pemerintah tentang produk impor Indonesia yaitu daging beku selama ini tidak bisa menurunkan harga daging sapi di bawah Rp100.000 per kg. Oleh sebab itu para pelaku usaha sapi potong meminta agar pemerintah mengkaji kembali opsi tersebut.

Demikian yang dikatakan oleh Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Joni Liano, yang selama ini mengimpor bakalan sapi australia. Menurutnya, pemerintah jangan melakukan upaya jangka pendek terus, dengan alasan takut inflasi dan lain-lain.

Selengkapnya...