Berita Tentang PPSKI

Pemerintah telah mematok agar daging sapi impor dapat dijual di pasar dengan harga Rp 80.000 per kilogram (kg). Kebijakan tersebut ternyata telah menekan harga daging di tingkat peternak,  karena beberapa faktor yaitu:

  1. Tidak ada keterangan, apakah yang dijual itu daging sapi atau daging kerbau. Padahal banyak masyarakat yang belum dapat membedakan daging sapi dengan daging kerbau.
  2. Tidak diberi keterangan tentang jenisnya, apakah 65 Content lean (CL) atau 85 CL
Selengkapnya...

Kementerian Pertanian (Kemtan) telah menargetkan inseminasi buatan (IB) untuk 3 juta ekor sapi, yang akan menghasilkan kebuntingan 2,1 juta ekor serta kelahiran 1,6 juta ekor. Pada program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) tahun 2017 lalu, realisasi sapi yang sudah mendapatkan IB sebesar 99,41%, sementara realisasi kebuntingan sebesar 63,08%.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf, meminta pemerintah melihat faktor ketidakberhasilan di tahun lalu, sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan Upsus Siwab tahun 2018 ini.

Selengkapnya...

Perum Bulog dikabarkan sedang mengajukan izin impor daging kerbau beku asal India sebanyak 100.000 ton, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat pada hari-hari besar keagamaan di tahun 2018.

Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), melalui ketua umumnya, Teguh Boediyana menolak rencana tersebut. PPSKI beranggapan bahwa  kebijakan impor daging kerbau dari India dapat merugikan peternak rakyat.

Selengkapnya...