Berita Tentang PPSKI

Kementerian Pertanian (Kemtan) telah menargetkan inseminasi buatan (IB) untuk 3 juta ekor sapi, yang akan menghasilkan kebuntingan 2,1 juta ekor serta kelahiran 1,6 juta ekor. Pada program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) tahun 2017 lalu, realisasi sapi yang sudah mendapatkan IB sebesar 99,41%, sementara realisasi kebuntingan sebesar 63,08%.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf, meminta pemerintah melihat faktor ketidakberhasilan di tahun lalu, sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan Upsus Siwab tahun 2018 ini.

Selengkapnya...

Perum Bulog dikabarkan sedang mengajukan izin impor daging kerbau beku asal India sebanyak 100.000 ton, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat pada hari-hari besar keagamaan di tahun 2018.

Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), melalui ketua umumnya, Teguh Boediyana menolak rencana tersebut. PPSKI beranggapan bahwa  kebijakan impor daging kerbau dari India dapat merugikan peternak rakyat.

Selengkapnya...

Selama tahun 2017, iklim usaha beternak sapi dan kerbau sangat tidak kondusif karena beberapa kebijakan pemerintah yaitu :

  1. Menetapkan harga daging sapi Rp 80.000 di bawah biaya produksi peternak.
  2. Terus membuka impor jeroan dan membebaskan importasi daging India walaupun melanggar UU Nomor 41 tentang PKH.
  3. Penetapan rasio impor sapi bakalan dan indukan kepada usaha penggemukan tingkat korporasi,  yang berdampak terhadap pola usaha peternakan rakyat.
  4. Pemerintah lebih berpihak kepada konsumen dan produsen industri, daripada peternakan rakyat yang menguasai 98% populasi ternak.
Selengkapnya...