Pemerintah Harus Mampu Menekan Harga Daging, Tetapi Tidak Boleh Merugikan Peternak Sapi

Perusahaan milik negara yang bergerak di sektor peternakan PT Berdikari (Persero) mematok harga jual daging sapi yang dikirimkan melalui kapal ternak KM Camara Nusantara I dapat dijual di bawah Rp100.000 sepanjang tahun ini. Direktur Utama PT Berdikari Librato El Arif menyampaikan untuk dapat menjaga harga relatif terjangkau, sejumlah upaya akan terus ditempuh.

Berdikari berupaya memotong rantai pasok dengan melakukan pembelian langsung sapi di tingkat peternak, dengan hargan sekitar Rp36.400. Setelah  tiba di Jakarta, sapi ini akan diolah menjadi daging chilled di RPH milik sendiri sehingga harganya bisa disiasati.

Selain itu, Arif mengatakan daging sapi tersebut akan dijual langsung pada konsumen dan usaha kecil menengah (UKM). Dia menghindari menjualnya lewat pasar retail atau pasar tradisional karena akan menambah rantai sehingga menjadi beban biaya kepada konsumen. Untuk itu, Berdikari akan menggelar pasar daging murah secara berkesinambungan  di area car free day (CFD) di Jakarta dan tengah mendeteksi peluang-peluang pemasaran lain yang dapat langsung terhubung dengan masyarakat. Dengan cara ini Berdikari yakin harganya akan turun.

Berdasarkan perhitungannya, jika harga sapi per kilogram berat hidup di Jakarta di level Rp36.000 dan karkas sebesar 50% dari total bobot sapi, maka harga daging yang dijual Rp85.000 tersebut telah memenuhi nilai keekonomian yang sesuai. Kapal khusus ternak KM Camara Nusantara I yang telah dibangun sejak era kepemimpinan Presiden SBY akhirnya diresmikan pada akhir tahun 2015. Per akhir pekan lalu, kapal tersebut telah tiga kali bersandar di Jakarta dengan kapasitas muatan sapi sebanyak 500 ekor.

Pada pengiriman pertama, total 353 ekor sapi yang diangkut dibeli oleh Perum Bulog dan diolah menjadi daging oleh PT Berdikari. Dua pengiriman terakhir, Berdikari memperoleh masing-masing 100 ekor sapi. Adapun, sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan pembelian 7.000 ekor sapi dari NTT dan NTB. Tujuh perusahaan lain yang ikut membeli sapi dari NTT dan NTB dengan menggunakan fasilitas kapal ternak yaitu CV Semata Wayang, UD Harapan Jaya, UD Praiwora Putra, CV Tiga Berlian, CV Bina Taruna, CV STMJ, CV Generasi Baru, dan PT Berdikari.

Kalangan pengamat peternakan menilai meski dengan menggunakan kapal ternak, pemerintah belum mampu menekan harga daging di pasar yang kini berada di level Rp110.000-Rp115.000. Harga daging malah tidak turun meski pemerintah membatalkan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% yang  sempat diberlakukan awal Januari lalu.

-----------------------------------------------------------

Tanggapan PPSKI melalui Ketua UmumTeguh Boedyana

Pemerintah harus mempertegas para pedagang yang membeli sapi dari NTT dan NTB dengan menggunakan kapal ternak, karena ada subsidinya. Oleh sebab itu pemerintah harus mampu menekan harga di tingkat konsumen tapi tetap menjaga harga di tingkat peternak di NTT. Jangan sampai peternak merasa tertekan dan merugi.

Sumber : bisnis.com