Tahun Ini Pengadaan Sapi Betina Indukan Bakal Sulit Dilakukan

Di bulan April hingga Agustus 2016, Kementerian Pertanian (Kemtan) akan mengimpor sebanyak 50.000 ekor sapi indukan. Namun hingga bulan ini, lelang pengadaannya belum juga dibuka. Menurut Muladno Basar, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemtan,  pihaknya belum bisa mengumumkan dan membuka pendaftaran lelang impor sapi indukan karena masih ada hal yang perlu pembahasan. Padahal, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat mengatakan, pada Maret ini, seharusnya lelang pengadaan sapi betina indukan sudah dilakukan sehingga pengadaan bisa segera dilaksanakan.

---------------------------------------------------------

Tanggapan PPSKI melalui SekJen Rochadi Tawaf

Ada persoalan serius yang menyebabkan impor pengadaan sapi betina indukan tahun ini bakal sulit dilakukan. Salah satu sebabnya, Indonesia masih bergantung pada Australia. Repotnya, negeri Kanguru tersebut memberlakukan syarat impor yang lebih ketat dari tahun sebelumnya. Kebijakan ini memang berubah secara tiba-tiba.

Penyebabnya adalah :

  • Banyak sapi indukan yang diimpor Indonesia pada tahun lalu mati lantaran kekurangan pakan dan air minum. Alhasil, Australia menyebut Indonesia belum siap secara infrastruktur untuk mengimpor sapi indukan ini. Kondisi ini membuat Australia memperketat persyaratan, terutama soal infrastruktur kandang dan karantina yang memadai bagi sapi impor tersebut jika Indonesia tetap ingin membeli sapi indukan dari Australia.
  • Australia tersinggung kepada Indonesia karena pemerintah mengeluarkan kebijakan impor sapi berbasis zona atau zona base untuk sapi bakalan. Dia bilang, persoalan kebijakan zona base ini membuat Australia berusaha mencari celah untuk menyerang balik Indonesia dalam bentuk kebijakan lain.

Selama beberapa dasawarsa, Australia menjadi negara importir tunggal sapi ke Indonesia. Namun dalam kondisi hubungan diplomasi yang kondusif antara Indonesia-Australia tahun lalu, realisasi impor sapi indukan tidak bisa maksimal. Dari target impor sebanyak 30.000 ekor, jumlah yang berhasil terealisasi hanya sekitar 22.000 ekor atau hanya 73%.  Berlakunya sistem zona base impor sapi, membuat mereka semakin risau karena  bakal menggerus penjualan sapi mereka.

Posisi Pemerintah juga bakal semakin tersudut, karena mengimpor sapi indukan tidak semudah sapi bakalan yang bisa dengan zona base. Untuk mengimpor sapi indukan dari negara lain, pemerintah harus membuat perjanjian dan memenuhi sejumlah syarat dari negara asal impor. Syarat tersebut bisa berupa adanya protokol kesehatan hewan dan membutuhkan proses yang cukup panjang.

Sumber : kontan.co.id