Loading...

Apakah Usaha Pembibitan Sapi Masih Menguntungkan ?

Berdasarkah analisa yang dilakukan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, usaha breeding ternak sapi secara bisnis sesungguhnya kurang menjanjikan. Coba bayangkan, peternak harus mengawinkan terlebih dulu sapi indukannya yang membutuhkan waktu paling tidak selama tiga bulan, dan itu pun tingkat keberhasilannya meragukan karena belum tentu sekali kawin langsung bunting. Setelah bunting memerlukan waktu hingga sembilan bulan untuk mengandung…

Berharap Menghasilkan Daging, Memelihara Sapi Bakalan 400 Kilogram Justru Lebih Banyak Menghasilkan Lemak!

Demikian yang dikatakan oleh Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf, saat menanggapi perihal rencana pemerintah (melalui Kementan dan Kemendag) merevisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/2016 tentang Pemasukan Ternak Ruminansia Besar ke dalam Wilayah Negara RI di akhir bulan Desember kemarin.

Paradigma Masyarakat Indonesia Tentang Susu Sapi Harus Diubah !

Konsumsi susu orang Indonesia tergolong rendah, yaitu hanya 13 liter per kapita per tahun. Parahnya lagi, sebagian besar susu yang diminum adalah produk impor berupa susu bubuk yang dijual sebagai susu skim ataupun susu kental manis, bukan susu segar yang langsung bersumber dari sapi perah.

Jangan Impor Sapi Berpenyakit !

Pemerintah berencana untuk mengimpor ternak sapi/kerbau dan daging sapi/kerbau dari negara yang statusnya belum bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). ------------------------------------------ Tanggapan PPSKI melalui SekJen Rochadi Tawaf PPSKI sangat berkeberatan. Bukan saja karena sangat beresiko menularkan penyakit pada ternak sapi, tetapi secara jangka panjang akan berdampak pada hewan ternak lainnya seperti domba, kambing, dan kerbau. Lebih jauh lagi, implikasi lanjutannya adalah…

Info & Kegiatan

KLIK disini

Kontak

KLIK disini

Profil Pengurus

KLIK disini

    Back to top