Agar Harga Stabil Menjelang Puasa Dan Lebaran, Pemerintah Harus Menghitung Kembali Kebutuhan Daging Sapi

Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Banten tahun 2015, jumlah produksi daging sapi mencapai 38.326 ton dengan jumlah konsumsi sebanyak 27.019 ton. Diatas kertas, Banten memiliki surplus ketersediaan daging sapi hingga 11.307 ton pada periode yang sama. Tak hanya itu, kontribusi komoditas daging sapi terhadap inflasi di Banten masih belum signifikan.

Namun demikian, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) melalui Ketua Umumnya Teguh Boediyana, memperingatkan pemerintah pusat untuk kembali menghitung kebutuhan daging sapi menjelang momen puasa dan lebaran tahun ini. Terutama untuk beberapa daerah yang memiliki tren konsumsi tinggi, misalkan Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Jika stok tidak mencukupi, tidak mengapa jika harus impor. Pemerintah juga wajib memberikan dukungan lebih intensif guna mencegah kurangnya pasokan daging sapi.

Khusus untuk wilayah Banten, sejumlah perusahaan penggemukan sapi berskala besar memang berlokasi di provinsi ini, dan ketersediaan sapi potong impor di feedlooter (perusahaan penggemukan sapi) masih mendominasi ketimbang sapi lokal. Dari kondisi tersebut, seharusnya harga tidak akan mengalami kenaikan secara signifikan. Meski demikian, pemerintah juga harus terus mengawasi aksi spekulan. Termasuk juga kontrol atas daging sapi beku yang dikhususkan untuk bisnis hotel, restoran, dan katering agar tidak masuk ke pasar tradisional, kecuali ada kebijakan lain dari pemerintah.

Sumber : bisnis.com