Impor Daging Kerbau Dari India Akan Memukul Bisnis Peternakan Sapi Lokal

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2016, yang menyatakan bahwa impor daging dari negara yang belum bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diperbolehkan, maka menjelang puasa dan lebaran 2016 ini Pemerintah memutuskan akan mengimpor daging kerbau dari India.

Daging kerbau impor ini akan dijual dengan harga rata-rata Rp 60.000 per kilogram (kg) atau sekitar rata-rata 60% dari harga daging sapi dalam negeri yang berada di kisaran Rp 110.000 per kg. Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan peternak sapi dan kerbau lokal.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kemtan) Muladno Basar menegaskan, pemasukan daging dari India merupakan langkah stabilisasi harga daging sapi. Untuk memenuhi syarat kesehatan hewan yang ditetapkan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Pemerintah akan menambah alternatif sumber penyediaan hewan dan produk hewan.

Sumber : tribunnews

-----------------------------------------------

Tanggapan PPSKI, melalui Ketua Umum Teguh Boedyana

Kebijakan pemerintah ini akan memukul harga sapi yang telah terbentuk selama ini di pasaran, karena harga sapi lokal hidup di daerah Jawa sebesar Rp45.000 per kg dan Rp100.000 per kg ketika menjadi daging di pasaran. Sementara itu harga daging sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitar Rp35.000 per kg dan ketika menjadi daging menjadi Rp95.000 per kg.

Selain akan memukul bisnis peternakan lokal, masuknya daging asal India yang belum bebas dari PMK itu akan berpotensi membawa kembali PMK ke Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah dinilai tidak bijak dan sangat terburu-buru.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kemtan) Muladno Basar menegaskan, pemasukan daging dari India merupakan langkah stabilisasi harga daging sapi. Untuk memenuhi syarat kesehatan hewan yang ditetapkan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Pemerintah akan menambah alternatif sumber penyediaan hewan dan produk hewan.

Sumber : tribunnews