Pengurangan Kuota Impor Sapi Indukan Berdampak Besar Pada Program Swasembada

Pemangkasan anggaran Kementerian Pertanian (Kemtan) pada Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2016 sebesar Rp 3,8 triliun sepertinya akan membuyarkan ambisi pemerintah memperbanyak populasi sapi di Tanah Air.

Walaupun Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan institusinya berupaya agar pemangkasan anggaran pertanian ini tidak diarahkan untuk program komoditas strategis, seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, dan cabai, pada kenyataannya kuota impor sapi indukan juga dikurangi hingga separuhnya.

Program pengadaan sapi indukan impor yang sebelumnya telah teralokasi Rp 1,5 triliun untuk 50.000 ekor, dipangkas hingga menjadi separuhnya. Meski ada pemangkasan anggaran, Amran menjamin upaya menggenjot produksi sapi lokal bisa dilakukan lewat berbagai metode, seperti inseminasi buatan.

Minimnya realisasi impor sepertinya menjadi pertimbangan pemerintah  tidak memasang target impor terlalu tinggi untuk mendatangkan sapi indukan ini. Pada tahun 2015, pemerintah memang menetapkan jumlah kuota impor sapi indukan 50 ribu ekor, namun yang terealisasi hanya 11.000 ekor hingga akhir tahun.

Sumber : kontan.co.id

----------------------------------------------

Tanggapan PPSKI, melalui Ketua Umum Teguh Boediyana

Impor sapi indukan sebanyak 25.000 ekor itu terlalu kecil untuk menambah populasi sapi di Indonesia dan dapat berdampak besar pada upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging sapi.

Pasalnya, saat ini rata-rata pemotongan sapi betina per tahunnya mencapai 1 juta ekor. Kondisi ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011, tercatat populasi sapi mencapai 14,5 juta ekor. Kemudian pada tahun 2013, BPS mencatat populasi sapi turun menjadi 12,5 juta ekor.

Dengan adanya pemangkasan target impor sapi indukan tahun ini dan belum adanya terobosan signifikan dari pemerintah untuk menggenjot produksi sapi lokal, maka dampaknya baru akan terasa tiga tahun atau empat tahun ke depan. Sebab, sapi indukan baru akan produktif dalam dalam empat tahun.