Karena Gengsi, Harga Daging Sapi Hari Ini Tetap Tinggi

Kenaikan harga daging sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri sesungguhnya selalu berulang dan sudah terjadi bertahun-tahun. Seharusnya pemerintah sudah bisa mengantisipasi dengan menyusun perencanaan jangka panjang. Salah satunya adalah kebijakan impor sapi bakalan.

Berdasarkan analisis bersama yang dilakukan antara pemerintah dengan pengusaha terkait kebutuhan sapi bakalan tahun 2016, ditemukan angka rasional sebesar 800.000 ekor atau minimal 700.000 ekor ternak sapi. Namun hitungan tersebut tidak direalisasikan pemerintah. Justru hanya 600.000 ekor sapi bakalan yang diizinkan diimpor pada tahun ini.

Sumber : kontan.co.id

---------------------------------------------------


Tanggapan PPSKI melalui SekJen Rochadi Tawaf

Penurunan jumlah impor ternak sapi bakalan hingga angka 600.000 ekor sesungguhnya cuma gengsi. Analisis awalnya  adalah 800.000 ekor. Dengan pengurangan ini, otomatis berdampak pada kenaikan harga daging sapi hari ini, yang bertahan tinggi di kisaran Rp 110.000 per kilogram (kg) hingga RP 120.000 per kg. Selain itu, volume ternak sapi betina di dalam negeri juga terus berkurang karena banyak yang dipotong untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurut PPSKI, peningkatan impor sapi bakalan tahun ini tidak lagi berdampak pada penurunan harga daging sapi di pasaran. Bahkan, dibukanya kuota impor daging sapi  sampai 27.400 ton tidak mampu menekan harga daging sapi di pasaran. Pasalnya, kebijakan ini baru dilakukan sekarang dan terkesan mendadak.

Justru PPSKI menyayangkan kebijakan ini, karena pemerintah tidak melindungi peternak sapi lokal dari serbuan impor sapi dan daging sapi. Karena itu ia mendesak pemerintah tidak menjadi pemadam kebakaran. Apalagi harga ternak sapi bakalan di Australia sedang tinggi karena mulai memasuki musim penghujan.