Loading...

Apakah Usaha Pembibitan Sapi Masih Menguntungkan ?

Berdasarkah analisa yang dilakukan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, usaha breeding ternak sapi secara bisnis sesungguhnya kurang menjanjikan. Coba bayangkan, peternak harus mengawinkan terlebih dulu sapi indukannya yang membutuhkan waktu paling tidak selama tiga bulan, dan itu pun tingkat keberhasilannya meragukan karena belum tentu sekali kawin langsung bunting. Setelah bunting memerlukan waktu hingga sembilan bulan untuk mengandung…

Disharmoni Pengembangan Sapi Potong di Indonesia

Di awal pemerintahan Jokowi, gejolak harga daging yang tinggi terutama disebabkan pemangkasan izin impor sapi bakalan di triwulan-III dari 250.000-an ekor menjadi 50.000-an ekor. Para pengusaha penggemukan sapi potong di Indonesia dituduh melakukan kartel dan penimbunan sapi. Mereka didatangi Bareskrim Polri dan hingga kini hampir setiap minggu para pengusaha sapi penggemukan beralih kantor ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelesaikan masalah ini.

Sejumlah Kalangan Meragukan Keinginan Jokowi Untuk Bisa Swasembada Sapi 10 Tahun Kedepan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, terdapat tiga strategi guna mengabulkan permintaan Presiden Joko Widodo untuk swasembada daging sapi dalam waktu 10 tahun kedepan. Yaitu, melakukan pembibitan ternak sapi unggul dengan manajemen oleh swasta seperti di Bogor, pendampingan hasil-hasil oleh penelitian akademisi, serta pendampingan kelembagaan oleh Kementan. Proses pendampingan itu dilakukan terhadap bibit-bibit ternak sapi potong unggulan yang rencananya akan diberikan kepada…

Daging Sapi Impor Murah Sangat Destruktif Bagi Peternakan Rakyat

Mengenai daging sapi impor murah sebanyak 50 ribu ton dari Brasil, Pemerintah beralasan, alternatif impor ini untuk menciptakan persaingan sehingga harga daging sapi bisa ditekan karena daging Brasil lebih kompetitif. Pasar daging sapi di Indonesia yang mencapai 250 ribu ton per tahun memang menggiurkan karena belum bisa dipenuhi dari domestik. Selama ini Indonesia lebih banyak impor dari Australia dan Selandia Baru karena secara lokasi memang lebih dekat dan bebas PMK. Sedangkan, Brasil bila…

Info & Kegiatan

KLIK disini

Kontak

KLIK disini

Profil Pengurus

KLIK disini

    Back to top