Pemerintah Diminta Mendorong Feedloter Agar Mau Bekerjasama Dengan Peternak Sapi Lokal

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito akan mewajibkan para pengusaha penggemukan sapi atau feedloter membiakkan sapi dalam negeri. Menanggapi rencana tersebut, Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Johny Liano, justru meminta kepada Pemerintah untuk mendukung Feedloter.

Bentuk dukungan yang diharapkan berupa akses kredit perbankan dengan subsidi bunga kredit rendah, penghapusan bea masuk sapi indukan (yang saat ini ditetapkan sebesar 5%), serta menyediakan lahan bagi para feedloter ini. Jika pemerintah enggan memberikan, maka yang akan bertahan hanya para feedloter yang mempunyai modal besar.

Dayan Antoni, Head of Government Relation PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mengaku belum mendengar langsung wacana tersebut. Namun, dia mengaku siap jika pemerintah mengeluarkan aturan agar feedloter menjadi peternak sapi potong. Japfa sendiri mengaku telah mengembangkan bisnis pembibitan sapi sejak tujuh tahun lalu, sehingga kebijakan pemerintah ini sesuai dengan rencana bisnis perusahaan untuk menggabungkan bisnis feedloter dan pembibitan.

--------------------------------------------------------

Tanggapan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), melalui Ketua Umum Teguh Boediyana


PPSKI menilai kebijakan yang akan diambil oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, bukan hal baru. Rencana ini pernah digaungkan pemerintah lima tahun lalu namun tidak jalan. Memang ada beberapa feedloter yang berhasil membiakkan sapi dalam negeri seperti di Bandar Lampung, namun sebagian besar masih memiliki anggapan bahwa pembiakan sapi tidak prospektif secara bisnis.

Selain membutuhkan waktu yang lama, pembiakan ternak sapi memiliki resiko yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan mengimpor sapi bakalan untuk digemukkan selama tiga hingga empat bulan, yang hasilnya bisa langsung dirasakan.

Selain itu PPSKI tidak menampik jika masuknya Feedloter kedalam bisnis pembiakan ternak sapi dengan modal besar memang berpotensi mengganggu usaha peternak tradisional. Namun hal tersebut bisa diatasi, jika untuk melakukan pembiakan, feedloter bersedia menyerap sapi betina dari peternak sapi lokal (tradisional), kemudian melakukan kerjasama pembesaran dengan sistem bagi hasil.

Sumber : kontan.co.id