Loading...

Apakah Usaha Pembibitan Sapi Masih Menguntungkan ?

Berdasarkah analisa yang dilakukan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, usaha breeding ternak sapi secara bisnis sesungguhnya kurang menjanjikan. Coba bayangkan, peternak harus mengawinkan terlebih dulu sapi indukannya yang membutuhkan waktu paling tidak selama tiga bulan, dan itu pun tingkat keberhasilannya meragukan karena belum tentu sekali kawin langsung bunting. Setelah bunting memerlukan waktu hingga sembilan bulan untuk mengandung…

Paradigma Masyarakat Indonesia Tentang Susu Sapi Harus Diubah !

Konsumsi susu orang Indonesia tergolong rendah, yaitu hanya 13 liter per kapita per tahun. Parahnya lagi, sebagian besar susu yang diminum adalah produk impor berupa susu bubuk yang dijual sebagai susu skim ataupun susu kental manis, bukan susu segar yang langsung bersumber dari sapi perah.

Peternak Berusaha Memasok Daging Sapi Yang Higienis, Pemerintah Malah Mengimpor Daging Kerbau Yang Beresiko

Bagi warga Jabar, daging kerbau sebenarnya tidak terlalu asing. Namun untuk daging kerbau yang diimpor dari India, entah mengapa belum ada permintaan dari masyarakat. Mereka hanya sekedar bertanya karena penasaran seperti apa daging kerbau yang dijual dengan harga hanya Rp65.000. Itu sebabnya hingga saat ini, Bulog Divre Jabar masih belum melakukan distribusi daging kerbau impor ke sejumlah daerah di Jabar, walaupun pasokan sudah tersedia termasuk rencana penambahan jalur distribusi. Demikian…

”Susu Sekolah” dan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah

Kebijakan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu telah mengalami dua kali perubahan dalam waktu singkat. Pertama menjadi Permentan No 30/2018 dan, kedua, berganti lagi jadi Permentan No 33/2018. Setidaknya ada enam pasal yang diubah, yaitu pasal 23, 24, 28, 30, 34, dan pasal 44.

Info & Kegiatan

KLIK disini

Kontak

KLIK disini

Profil Pengurus

KLIK disini

    Back to top