Loading...

Apakah Usaha Pembibitan Sapi Masih Menguntungkan ?

Berdasarkah analisa yang dilakukan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, usaha breeding ternak sapi secara bisnis sesungguhnya kurang menjanjikan. Coba bayangkan, peternak harus mengawinkan terlebih dulu sapi indukannya yang membutuhkan waktu paling tidak selama tiga bulan, dan itu pun tingkat keberhasilannya meragukan karena belum tentu sekali kawin langsung bunting. Setelah bunting memerlukan waktu hingga sembilan bulan untuk mengandung…

Daging Sapi Impor Murah Sangat Destruktif Bagi Peternakan Rakyat

Mengenai daging sapi impor murah sebanyak 50 ribu ton dari Brasil, Pemerintah beralasan, alternatif impor ini untuk menciptakan persaingan sehingga harga daging sapi bisa ditekan karena daging Brasil lebih kompetitif. Pasar daging sapi di Indonesia yang mencapai 250 ribu ton per tahun memang menggiurkan karena belum bisa dipenuhi dari domestik. Selama ini Indonesia lebih banyak impor dari Australia dan Selandia Baru karena secara lokasi memang lebih dekat dan bebas PMK. Sedangkan, Brasil bila…

Saat "Zone Based" Berlaku, Peternak Sapi Lokal Tidak Bisa Lagi Mengandalkan Pemerintah !

Peralihan sistem impor sapi dari basis negara (country based) menjadi basis zona (zone based) terus menjadi perdebatan. Dengan country based, daging yang bisa diimpor hanya berasal dari negara yang statusnya sudah bebas dari PMK. Sedangkan dengan sistem zone based, impor daging bisa berasal dari negara mana saja termasuk yang statusnya belum bebas PMK. Itu sebabnya zone based penuh resiko.

Haruskah Rantai Dingin?

Pada suatu forum diskusi tertutup mengenai pengembangan sapi potong, mengemuka bahwa bisnis sapi potong di Indonesia memiliki keunggulan komparatif. Keunggulan tersebut selain usaha penggemukan adalah pemasarannya yang dilakukan dengan pola rantai panas.

Info & Kegiatan

KLIK disini

Kontak

KLIK disini

Profil Pengurus

KLIK disini

    Back to top