Tingkat Keberhasilan Program Peternakan Sapi Harus Terukur

UPSUS SIWAB, adalah singkatan dari "Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting", yaitu sebuah program yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri agar terus menghasilkan pedet.

Dari program IB yang sudah dijalankan pada tahun 2016 ini, sudah ada penambahan 1,4 juta ekor anakan dari 2 juta induk sapi yang di-IB. Pada tahun 2017 mendatang targetnya adalah mengawinkan 4 juta ekor sapi, baik melalui kawin alam maupun IB, agar terjadi kelahiran 3 juta sapi baru di 2018.

Program ini pun menjadi fokus Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada 2017 mendatang. Oleh sebab itu program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Amran pada 3 Oktober 2016.

-------------------------------------

Tanggapan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), melalui Ketua Umum Teguh Boediyana

Menurut PPSKI program swasembada daging yang dicanangkan pemerintah, efektivitas dan tingkat keberhasilannya harus terukur. Jangan seperti program swasembada sapi yang disusun pemerintah sejak 2005, yang sulit diukur efektivitasnya dan tidak ada evaluasi atas target keberhasilannya.

Daripada menggunakan berbagai macam konsep, akan lebih baik jika pemerintah fokus ke satu program, seperti program inseminasi buatan (IB) ini. Kemudian diukur berapa tingkat kebuntingan ternaknya.

Sumber : bisnis.com