Peternak Sapi Tidak Lagi Tertarik Memasok Kebutuhan Daging Sehari-hari

Pemerintah menginginkan harga daging sapi bisa turun di level Rp 80.000/kg. Berbagai cara dilakukan pemerintah, seperti membuka impor besar-besaran pada daging sapi beku dan daging kerbau India. Meski tujuan impor bagus yakni menyediakan alternatif daging sapi segar, kebijakan harga daging Rp 80.000/kg tersebut, menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf, sulit dilakukan peternak lokal.

Biaya produksi daging sapi didalam negeri tidak bisa mengejar angka Rp 80.000/kg, karena harga idealnya adalah Rp 100.000/kg. Pada akhirnya peternak lokal tidak lagi tertarik untuk memasok kebutuhan daging untuk kebutuhan sehari-hari. Kini peternak hanya fokus untuk persiapan daging kurban saja yang terjadi hanya satu kali dalam setahun, bukan untuk kebutuhan harian. Dampaknya, tingkat produksi peternakan tidak naik dan negara kita semakin tergantung pada impor.

Sumber : detik.com