Loading...

Apakah Usaha Pembibitan Sapi Masih Menguntungkan ?

Berdasarkah analisa yang dilakukan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, usaha breeding ternak sapi secara bisnis sesungguhnya kurang menjanjikan. Coba bayangkan, peternak harus mengawinkan terlebih dulu sapi indukannya yang membutuhkan waktu paling tidak selama tiga bulan, dan itu pun tingkat keberhasilannya meragukan karena belum tentu sekali kawin langsung bunting. Setelah bunting memerlukan waktu hingga sembilan bulan untuk mengandung…
Default Image

Diskusi PPSKI Tentang Kebijakan Dan Peningkatan Produksi Ternak Sapi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) NTT, mengadakan diskusi tentang kebijakan dan strategi peningkatan produksi dan efisiensi tata niaga ternak sapi di NTT. Mengambil tempat di Hotel Aston, Jalan Timor Raya Kupang, Senin (18/4/2016) malam, diskusi ini dimoderatori oleh Eka, Direktur Bincang-bincang Agribisnis ini, dan dihadiri oleh : Kepala Dinas Peternakan NTT, Dani Suhadi; Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI, Prof. Muladno; Ketua Umum DPP PPSKI,…

Jika Aturan Produk Impor Dengan Skema 5:1 Tidak Dirubah, Indonesia Akan Kekurangan Daging Sapi

Skema produk impor 5:1 adalah kebijakan pemerintah yang mewajibkan importir harus mendatangkan satu sapi indukan setiap mengimpor lima ekor sapi bakalan. Penerapannya dilakukan pada bulan Desember 2018.

”Susu Sekolah” dan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah

Kebijakan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu telah mengalami dua kali perubahan dalam waktu singkat. Pertama menjadi Permentan No 30/2018 dan, kedua, berganti lagi jadi Permentan No 33/2018. Setidaknya ada enam pasal yang diubah, yaitu pasal 23, 24, 28, 30, 34, dan pasal 44.

Info & Kegiatan

KLIK disini

Kontak

KLIK disini

Profil Pengurus

KLIK disini

    Back to top