Sektor Peternakan Sapi Harus Terus Dibenahi

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana menilai, di tahun ketiga masa kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, perbaikan-perbaikan di sektor peternakan sapi masih terfokus pada sapi potong saja, tidak termasuk sapi perah.

Padahal sampai saat ini kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor. Bahkan sapi perah di Indonesia hanya mampu memenuhi kebutuhan susu nasional kurang dari 20%. Harga susu segar yang tidak juga membaik membuat sebagian besar peternak tidak lagi bergairah memelihara sapi perah.

Walaupun mendapat perhatian lebih, kondisi peternak sapi potong ternyata tidak jauh berbeda. Kebijakan impor daging kerbau dari India yang berharga murah dari India dan belum tentu terbebas dari penyakit mulut dan kuku, berdampak pada terganggunya pasar daging sapi.

Hal tersebut terjadi karena data yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan, masih menggunakan data pada pemerintahan sebelumnya. Karena itu pula kebijakan yang diterapkan kurang tepat karena data yang digunakan tidak cukup akurat.

Saat ini populasi sapi potong di Indonesia sekitar 14 juta ekor. Dalam setahun, Indonesia hanya bisa memenuhi kebutuhan 250.000 sampai 300.000 ton daging sapi, sementara kebutuhan daging masyarakat sekitar 600.000 ton.

Menurut Teguh, langkah utama yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah menghentikan impor daging kerbau. Dengan dihentikannya impor tersebut, maka peternak akan semakin bersemangat beternak kembali dan mampu meningkatkan produksi sapi dalam negeri.

Sumber: kontan.co.id