PPSKI Tolak Rencana Impor Daging Kerbau Beku Dari India

Perum Bulog dikabarkan sedang mengajukan izin impor daging kerbau beku asal India sebanyak 100.000 ton, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat pada hari-hari besar keagamaan di tahun 2018.

Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), melalui ketua umumnya, Teguh Boediyana menolak rencana tersebut. PPSKI beranggapan bahwa  kebijakan impor daging kerbau dari India dapat merugikan peternak rakyat.

Harga daging kerbau dari India dipastikan harganya jauh lebih murah. Padahal, dengan harga sapi yang beredar saat ini saja, produk daging segar dari peternak rakyat  tidak  dapat bersaing.  Harga daging sapi segar yang beredar di pasar sebagian besar memang berasal dari sapi feedloter yang harganya dibawah harga sapi lokal.

Harga daging sapi lokal yang mahal tersebut, sesungguhnya adalah bukti kegagalan pemerintah dalam mewujudkan swasembada daging sapi. Dampaknya adalah, 50% pemenuhan daging sapi atau sekitar 250.000 ton daging harus diimpor, dengan harga yang  dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar dan harga daging internasional.

Apabila kebijakan impor daging kerbau dengan alasan harga murah untuk keadilan rakyat, maka kebijakan tersebut harus diterapkan pula untuk komoditas pertanian lain seperti beras, jagung dan komoditas lainnya dimana harganya lebih murah dibandingkan dengan produksi dalam negeri.

Oleh sebab itu, PPSKI berharap pemerintah meninjau kembali rencana importasi daging kerbau tersebut.

Sumber: kontan.co.id