Pola Bisnis Sawit Indonesia Belum Sesuai Dengan Program Pengembangan Peternakan Sapi

Perkebunan sawit Indonesia, adalah sumber pakan bagi ternak sapi. Integrasi pengelolaan perkebunan sawit Indonesia dengan peternakan sapi dinilai bisa menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan pasokan pakan berkualitas.

Menurut Direktur Pakan Kementerian Pertanian Sri Widayati, selain menyediakan pakan hasil olahan limbah, keberlangsungan integrasi ini pun sejalan dengan visi pengembangan populasi sapi nasional. Itu sebabnya, pemerintah melalui Permentan No. 105 Tahun 2014, mengatur aktivitas integrasi sawit Indonesia dan budi daya sapi potong.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, luas perkebunan sawit Indonesia pada tahun 2018 mencapai 14,3 juta hektare (ha). Dari luasan tersebut,  yang potensial untuk integrasi sapi sawit  ini sekitar  4,4 juta ha. Sedangkan yang telah dimanfaatkan untuk integrasi mencakup kawasan seluas sekitar 132.000 ha. Aktivitas integrasi ini tersebar di 15 provinsi dengan total populasi sapi yang dikembangkan mencapai 66.000 ekor. Jadi per hektare bisa untuk menampung 2 ekor sapi.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana, membenarkan informasi tersebut. Sejumlah perusahaan penggemukan (feedlot) juga mengembangkan integrasi sapi sawit di beberapa daerah perkebunan kelapa sawit Indonesia, walaupun baru mencakup 3 persen dari lahan potensial.

Hal tersebut tak lepas dari kekhawatiran sejumlah pelaku usaha perkebunan sawit Indonesia yang menganggap bahwa kotoran hewan yang mengonsumsi pakan dari limbah sawit bisa menjadi media perkembangan binatang pengganggu tanaman.

Sumber: bisnis.com