Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju Dan Program Swa Sembada Daging 2025

Syahrul Yasin Limpo, diminta oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pertanian Kebinet Indonesia Maju. Salah satu pekerjaan rumah yang menantinya, menyangkut program swasembada daging yang dicanangkan 2025.

Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam 100 hari kerja akan memetakan data pertanian. Dengan adanya pemetaan ini, data pertanian menjadi lebih jelas, sehingga dapat diketahui gambaran pertanian setiap daerah. Data ini menjadi milik Kementerian Pertanian yang harus disepakati oleh semuanya, Syahrul menambahkan data yang ada nanti harus disinkronisasi dengan kementerian atau kelembagaan lainnya terutama BPS sebagai lembaga negara pemegang mandat soal data statistik.

daging swasembada menteri

Data sangat penting karena menyangkut kondisi pertanian saat ini. Apalagi ketahanan suatu negara ini ditentukan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan baik, maka negara tersebut keamananya terjamin. Oleh sebab itu, Syahrul meminta agar semua pihak dapat bekerja secara fokus dan maksimal.

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf menyebut, pemerintah belum berhasil menaikkan angka produksi daging nasional.

Selama ini, Kementan sudah melakukan berbagai macam cara untuk menaikkan produksi daging nasional. Misalnya program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (siwab). Namun program tersebut dinilai oleh PPSKI kurang serius, karena Pemerintah malah membuka keran impor daging sapi dan kerbau dari India yang belum tentu aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dengan kata lain, terjadi de-industrialisasi atau sunset bisnis sapi potong. Sebagai bukti, ada 14 perusahaan feedloter yang bangkrut dan 30 industri sapi potong terancam gulung tikar juga. Padahal kontribusi dari industri tidak dapat diremehkan, sampai dengan hari ini sudah mencapai angka triliunan rupiah.

Sumber: kumparan.com