Walaupun Masyarakat Suka Kerbau Populasinya Terus Menurun

Kerbau harus dipertahankan, karena sangat disukai oleh masyarakat dibandingkan dengan sapi, namun populasi kerbau rawa di Aceh Barat Daya (Abdya) sudah berkurang sampai 50% jika dibandingkan dengan 20 tahun lalu. Dulu masyarakat petani yang bermukim di wilayah pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh hampir rata-rata memelihara ternak kerbau.

Selain dipelihara untuk diambil dagingnya, kerbau dimanfaatkan untuk membajak sawah juga untuk mengangkut kayu. Dahulu, warga Barat-Selatan Aceh lebih lebih senang beternak kerbau karena kondisi wilayah tersebut memang mendukung, karena  tersedia lahan milik adat untuk berkubang dan mencari rumput sebagai pakannya.  

Namun seiring perkembangan zaman, lahan-lahan tersebut  telah menjadi lahan produksi, akibatnya luas lapangan rumput di desa-desa semakin kecil. Ditambah lagi hadirnya alat mesin pertanian (alsintan) yang semakin mengurangi ketergantungan  akan kerbau, sehingga populasi kerbau rawa terus mengalami penurunan.

Apalagi kerbau juga memerlukan kubangan pada saat cuaca panas, semakin menyulitkan peternak untuk memeliharanya. Demikian yang dikatakan oleh Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Holtikultura Abdya, Oleh karena itulah, kedepan pemerintah akan berupaya membuka kawasan pengembangan kerbau, supaya populasi kerbau rawa di Abdya tetap terjaga sepanjang masa.

Sumber: www.ajnn.net